Profil

logo2

PROFIL RUMAH BELAJAR KM-ITB SANGKURIANG

Rumah Belajar KM-ITB Sangkuriang (selanjutnya disingkat Rubel) berdiri atas inisiatif himpunan-himpunan mahasiswa ITB untuk berkontribusi kepada masyarakat dalam wilayah pendidikan. Maka, pada tahun 2008 ketika Keluarga Mahasiswa-ITB (KM-ITB) dipimpin oleh Zulkaida Akbar (Mahasiswa Fisika 2003) beserta Budiono (Mahasiswa Teknik Informatika 2003) selaku Menteri Pengabdian Masyarakat saat itu berusaha memfasilitasi dan merealisasikan hingga berdirilah Rubel yang dipimpin oleh Lizi Luziana Zaenufar (Mahasiswa Fisika 2004). Dalam hierarki kabinet KM-ITB, Rubel berada dalam pengawasan Departemen Pengabdian Masyarakat KM-ITB. Rubel mempunyai cita-cita untuk menjadi acuan dalam konteks “pendidikan ideal” di Indonesia. Rubel diresmikan pada tanggal 22 Mei 2008 oleh Ahmad Heryawan sebagai gubernur terpilih Jawa Barat bertempat di Aula Barat ITB.

Saat ini Rubel memiliki bangunan di Jl. Sangkuriang 19A kota Bandung. Bangunan ini dijadikan sebagai pusat “pembelajaran” bagi mahasiswa ITB, masyarakat sekitar sangkuriang, dan peserta didik. Sasaran utama peserta didik dari Rubel adalah anak-anak dari golongan ekonomi rendah tetapi tidak tertutup juga untuk semua kalangan. Saat ini, sebagian besar peserta didik berasal dari masyarakat sekitar Sangkuriang.

Menjadikan Rubel sebagai “model pendidikan ideal” bukan sebuah pekerjaan mudah dan dapat ditempuh dalam waktu singkat. Diperlukan penelitian dan “eksperimen” untuk mencari titik temu antara idealisme pendidikan dan realita masyarakat untuk mencari model yang tepat. Pendidikan ideal dalam konteks ini adalah pendidikan untuk mewujudkan setiap orang memilih visi kemanusiaannya dengan tidak mencerabut mereka dari akar kehidupan bermasyarakatnya. Lebih jauh lagi diharapkan rubel dapat menjadi katalis untuk pemberdayaan potensi masyarakat. Oleh karena itu, life experience yang diberikan kepada peserta didik akan berbeda dengan apa yang diberikan oleh sekolah formal. Rubel pun tidak mengacu kepada salah satu program pendidikan informal yang diselenggarakan Pemerintah seperti program paket, pendidikan anak usia dini, dll. Walaupun demikian, diharapkan dengan beraktifitas di Rubel dapat memberikan implikasi positif untuk peserta didik yang bersekolah di Sekolah formal.

Denah:

img014

rubel1

rubel2

rubelout1

Tanggapan

  1. anak2008 boleh ikutan g? jadi tim pngajar?

  2. Eh ko headernya foto anak2 negeri laen smua sih…yg d taro foto anak negeri sendiri dong…
    sandibayuperwira.wordpress.com

  3. Salam kenal dari Jayapura – Papua.

    Konsep rubel menurut sa’ sangat membantu dlm pengembangan kreatifitas anak2 utk membangun kecerdasan spritual, emosional, dan intelektual.

    Saat ini sa’ juga mulai merintis hal yg serupa di lokasi rumah yg sa’ tempati (di Jayapura). Sa’ mhn bantuan kita dapat saling share dgn materi dan kurikulumnya ???

    Terima kasih sebelumnya, nomor kontak sa’ di 08124806070.

    • Terima kasih. Kami sangat bersedia untuk sharing pengalaman. :)

  4. saya sangat tertarik dengan rumah belajar. karena saat ini pendidikan di negeri sudah tidak relevan dengan makna dan hakikat pendidikan itu sendiri.
    saat saya sedang berusaha merintis untuk membangun sebuah rumah belajar, saya sangat berharap kita dapat share tentang rumah belajar, baik materi maupun kurikulumnya. saya sangat ingin pendidikan yang bermutu dapat dieyam oleh semua lapisan masyarakat. harap balas via email saya. terima kasih

  5. saya tertarik untuk mendirikan rumah belajar, semacam play group atau taman kanak-kanak ( PAUD ) dan bimbingan belajar untuk anak2.
    rencana kami ingin mengembangkan rubel tersebut di jambi kota. Oleh karena itu saya mohon masukan pendapat untuk persyaratan baik administrasi, materi, kurikulum, sisten pengajaran dan perlengkapan yang sebaiknya dipenuhi.
    alamat koresponden : Mulyono, Ir. Jln Pakis III ( prmhn Telanai permai) blok A1 No. 3 rt 2 pematangsulur, telanaipura, jambi-36124. telp. 0741-667285. 08127418096.


Beri tanggapan

Your response: