Oleh: yandhie | 19/11/2008

Pemuda adalah semangat untuk berkarya

Oleh Budiono

Seratus tahun yang lalu, kita mengenal Budi Oetomo sebagai organisasi intelektual bangsa yang mengubah cara Indonesia untuk merebut hakekat kemerdekaannya.  Enam puluh tiga tahun yang lalu, pemuda dengan keberaniannya mendesak Soekarno dan Moch. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan negeri kita tercinta ini.  Dan Enam puluh tiga tahun satu bulan yang lalu, Bung Tomo dengan semangat kepemudaannya berkoar di kota Surabaya dan meneriakkan kalimat, “Merdeka atau Mati”. Namun,  tiga minggu yang lalu, di koran kompas disebutkan, lebih dari 83,2 persen koresponden Indonesia menyatakan, kini jiwa kepahlawanan dan semangat kepemudaan telah luntur dan disalahartikan. Betapa ironi sekali negara ini. Kemana Indonesia akan bisa melangkah ? Krisis kepemudaan telah melanda negeri ini. Indonesia kini sangat susah untuk melahirkan Soekarno-soekarno baru. Bintang sinetron pun tanpa disadari menjadi pahlawan dan panutan baru yang semu dalam setiap aktivitas. 

Krisis kepemudaan ini harus segera ditindaklanjuti, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di kampus harus mampu menimbulkan percikan-percikan semangat baru, semangat kepahlawanan pemuda, yang dapat diwujudkan dengan semangat berkarya untuk bangsa. Sumpah Pemuda adalah contoh karya nyata yang dibuat oleh pemuda dan pemudi dari seluruh Indonesia pada tahun 1928 yang lalu.  Bisakah kita sebagai generasi penerus berkarya untuk bangsa seperti mereka ? Dan apakah moment hari pahlawan dan satu abad kebangkitan bangsa telah mampu menjadi bahan evaluasi diri sampai sejauh mana kita telah berkarya ? Jawabannya harus ditanyakan kepada diri kita masing-masing. 

Setiap tahun, satu juta anak negeri Indonesia yang tidak menemukan sumber nafkah di negerinya sendiri mengais rezeki di negeri orang. Pendudukan miskin menjadi 35 juta jiwa. Ada sekitar 13 juta jiwa yang masih belum bisa membaca dan menulis. Pengangguran terus meningkat menjadi 9 juta jiwa. Kemiskinan, pengangguran, serta korupsi yang meluas dan melanda negeri ini memerlukan pahlawan-pahlawan baru yang dapat diwujudkan oleh pemuda dengan segenap karya-karyanya. 

Semangat kepemudaan adalah semangat berkarya untuk bangsa. Semangat untuk memahami krisis yang melanda negeri ini, semangat untuk mau merelakan diri terlibat dalam pencarian solusi sesuai dengan kapasitas diri, serta semangat untuk penuh konsisten dalam mewujudkan mimpi. Itulah karya pemuda Indonesia yang terus dan selalu dinanti-nanti. Tri Dharma perguruan tinggi sudah tidak boleh lagi hanya menjadi sebuah simbolisasi. Untuk itu, Rumah Belajar ITB hadir dalam sebuah karya dalam membantu masyarakat untuk mengembangkan diri dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemandirian ekonomi. 

Karya ini adalah sebuah cita-cita dan mimpi yang tinggi. Sangat jauh untuk dapat dirasakan kemanfaatannya dengan segera, tetapi jika terus dijalankan dengan penuh konsistensi, Insya Allah, suatu saat nanti akan lahir pemuda-pemuda berpotensi yang mampu menjadi bagian dalam menyelamatkan negeri ini. 

Untuk sekian kalinya kawan, jangan pernah berhenti berkarya meskipun secara usia suatu saat nanti kita sudah tidak lagi muda. Karena bangsa dan negara ini akan selalu membutuhkan kerelaan dan kesadaran kita. 


Tanggapan

  1. great bos :)

  2. tetap semangat untuk “calon-calon” pemuda yang lebih baik

  3. Semoga kita bisa berkarya demi kualitas bangsa

  4. Pemuda…MAJU


Beri tanggapan

Your response:

Kategori